Lunges Rendah Pelari Sisir
Saran ahli
Pastikan inti tubuh Anda kuat dan pertahankan pinggul Anda sejajar dengan depan selama latihan untuk memastikan stabilitas dan keterlibatan otot yang tepat.
Langkah-langkah Cara Melakukannya
- Mulailah dalam posisi berdiri, kemudian langkah mundur dengan satu kaki ke posisi lunges rendah, kedua lutut ditekuk pada sudut 90 derajat.
- Letakkan tangan Anda di tanah di dalam kaki depan untuk keseimbangan.
- Dorong melalui tumit depan untuk sedikit mengangkat tubuh Anda, lalu turunkan kembali.
- Pertahankan kaki belakang lurus dan paha depan sejajar dengan tanah.
- Lakukan jumlah pengulangan yang diinginkan sebelum berganti kaki.
Lacak Lunges Rendah Pelari Sisir di FitAI
Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Lunges Rendah Pelari Sisir terutama menargetkan Bokong, Paha depan, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Berat badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama


Bokong40%

Paha depan40%
Sekunder


Betis10%

Hamstring10%
Peralatan
Berat badan

Jenis latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Lunges Rendah Pelari Sisir?
Lunges Rendah Pelari Sisir terutama menargetkan Bokong, Paha depan. Otot sekunder yang terlibat termasuk Betis, Hamstring. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Berat badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Lunges Rendah Pelari Sisir?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Lunges Rendah Pelari Sisir cocok untuk pemula?
Ya, Lunges Rendah Pelari Sisir dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.