logoFitAI
LatihanMulai Gratis

Jumping Jack

Saran ahli

Pastikan inti tubuh Anda terlibat dan mendarat dengan lembut di atas bola kaki Anda untuk mengurangi dampak pada sendi-sendi Anda.

Langkah-langkah Cara Melakukannya

  1. Berdiri tegak dengan kaki Anda bersama dan tangan di samping.
  2. Tekuk lutut sedikit, dan lompat ke udara.
  3. Saat Anda melompat, lebarkan kaki Anda menjadi selebar bahu. Secara bersamaan angkat tangan Anda keluar dan di atas kepala.
  4. Lompat kembali ke posisi awal, menurunkan tangan Anda ke samping.
  5. Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.

Lacak Jumping Jack di FitAI

Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Jumping Jack terutama menargetkan Bokong, Hamstring, Betis, Paha depan, Bahu, Dada, Lat, dengan mekanik Kardio menggunakan Berat badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Bokong
Bokong14%
Hamstring
Hamstring14%
Betis
Betis14%
Paha depan
Paha depan14%
Bahu
Bahu14%
Dada
Dada15%
Lat
Lat15%
Peralatan
Berat badan
Berat badan
Jenis latihan
Kardio
14%Bokong14%Hamstring14%Betis14%Paha depan14%Bahu15%Dada15%Lat

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Jumping Jack?
Jumping Jack terutama menargetkan Bokong, Hamstring, Betis, Paha depan, Bahu, Dada, Lat. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kardio yang dilakukan dengan Berat badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Jumping Jack?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Jumping Jack cocok untuk pemula?
Ya, Jumping Jack dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.