logoFitAI
LatihanMulai Gratis

Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai

Saran ahli

Rilekskan kaki yang sedang digulung untuk memaksimalkan efektivitas peregangan.

Langkah-langkah Cara Melakukannya

  1. Berbaringlah di satu sisi dan letakkan foam roller di bagian bawah satu kaki.
  2. Dukung tubuh bagian atas dengan lengan bawah.
  3. Silangkan kaki lain dan letakkan kaki di lantai untuk keseimbangan.
  4. Gulung sepanjang sisi betis, dari lutut hingga mata kaki.
  5. Ulangi selama durasi yang diinginkan, lalu ganti kaki.

Lacak Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai di FitAI

Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai terutama menargetkan Betis, dengan mekanik Peregangan menggunakan Foam roller. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Betis
Betis100%
Peralatan
Foam roller
Foam roller
Jenis latihan
Peregangan
100%Betis

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai?
Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai terutama menargetkan Betis. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Foam roller.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai cocok untuk pemula?
Ya, Roll Peroneal (Satu Kaki) Berbaring Miring di Lantai dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.