Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas
Saran ahli
Pastikan Anda menyesuaikan tuas mesin agar sesuai dengan panjang kaki Anda dan mulailah dengan beban yang memungkinkan Anda melakukan latihan tanpa gerakan yang terputus-putus.
Langkah-langkah Cara Melakukannya
- Duduk di mesin dengan satu kaki di bawah pelat dan kaki lainnya di tanah.
- Pasang pelat pangkuan dengan kokoh di paha Anda.
- Tekuk tuas mesin ke belakang dengan menekuk lutut kaki yang sedang bekerja.
- Turunkan tuas kembali ke posisi awal dengan cara yang terkendali.
- Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan sebelum berganti kaki.
Lacak Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas di FitAI
Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas terutama menargetkan Hamstring, Paha depan, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Mesin leverage. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama


Hamstring50%

Paha depan30%
Sekunder

Betis20%
Peralatan
Mesin leverage

Jenis latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas?
Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas terutama menargetkan Hamstring, Paha depan. Otot sekunder yang terlibat termasuk Betis. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Mesin leverage.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas cocok untuk pemula?
Ya, Curl Satu Kaki Duduk dengan Tuas dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.