Rotasi Tulang Belakang (Lumbar)
Saran ahli
Lakukan gerakan Anda secara perlahan dan terkendali untuk mencegah tekanan atau rotasi berlebihan pada tulang belakang. Fokuslah untuk bernapas dengan dalam untuk meningkatkan peregangan.
Langkah-langkah Cara Melakukannya
- Duduk di lantai dengan kaki lurus di depan Anda.
- Tekuk satu lutut dan letakkan kaki datar di lantai di luar lutut yang berlawanan.
- Letakkan siku yang berlawanan di luar lutut yang ditekuk untuk membantu memandu putaran.
- Perlahan-lahan putar tubuh Anda ke arah lutut yang ditekuk, menggunakan siku Anda sebagai daya dorong.
- Tahan peregangan selama 15-30 detik, bernapas dengan dalam.
- Perlahan-lahan kembali ke posisi awal dan ulangi di sisi lain.
Lacak Rotasi Tulang Belakang (Lumbar) di FitAI
Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Rotasi Tulang Belakang (Lumbar) terutama menargetkan Paha depan, Otot perut, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama


Paha depan50%

Otot perut50%
Peralatan
Berat badan

Jenis latihan
Peregangan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Rotasi Tulang Belakang (Lumbar)?
Rotasi Tulang Belakang (Lumbar) terutama menargetkan Paha depan, Otot perut. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Rotasi Tulang Belakang (Lumbar)?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Rotasi Tulang Belakang (Lumbar) cocok untuk pemula?
Ya, Rotasi Tulang Belakang (Lumbar) dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.