logoFitAI
LatihanMulai Gratis

Sentuhan Jari Kaki Depan

Saran ahli

Pastikan lutut Anda sedikit ditekuk untuk menghindari peregangan berlebih pada otot hamstring dan punggung bagian bawah.

Langkah-langkah Cara Melakukannya

  1. Berdiri dengan kaki selebar bahu.
  2. Perlahan tekuk pinggang, meraih tangan Anda ke arah jari-jari kaki.
  3. Tahan posisi ketika Anda merasakan regangan yang nyaman pada otot hamstring dan punggung bagian bawah.
  4. Tahan selama 15-30 detik sebelum kembali perlahan ke posisi awal.

Lacak Sentuhan Jari Kaki Depan di FitAI

Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Sentuhan Jari Kaki Depan terutama menargetkan Lat, Bokong, Otot perut, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Lat
Lat20%
Bokong
Bokong20%
Otot perut
Otot perut20%
Sekunder
Bahu
Bahu10%
Betis
Betis10%
Hamstring
Hamstring10%
Dada
Dada10%
Peralatan
Berat badan
Berat badan
Jenis latihan
Peregangan
20%Lat20%Bokong20%Otot perut10%Bahu10%Betis10%Hamstring10%Dada

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Sentuhan Jari Kaki Depan?
Sentuhan Jari Kaki Depan terutama menargetkan Lat, Bokong, Otot perut. Otot sekunder yang terlibat termasuk Bahu, Betis, Hamstring, Dada. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Sentuhan Jari Kaki Depan?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Sentuhan Jari Kaki Depan cocok untuk pemula?
Ya, Sentuhan Jari Kaki Depan dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.