logoFitAI
LatihanMulai Gratis

Berdiri di Piringan Getar

Saran ahli

Pertahankan sedikit tekukan di lutut untuk menyerap getaran dan libatkan inti tubuh untuk menstabilkan tubuh.

Langkah-langkah Cara Melakukannya

  1. Langkah ke atas plat getar dengan kaki selebar bahu.
  2. Tekuk lutut sedikit dan berdiri tegak dengan inti tubuh terlibat.
  3. Atur getaran ke tingkat yang diinginkan dan berdiri selama durasi yang direkomendasikan.
  4. Lakukan berbagai latihan statis atau dinamis sesuai keinginan sambil menjaga keseimbangan.

Lacak Berdiri di Piringan Getar di FitAI

Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Berdiri di Piringan Getar terutama menargetkan Paha depan, Betis, Bokong, Hamstring, Otot perut, dengan mekanik Peregangan menggunakan Vibrating plate. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Paha depan
Paha depan20%
Betis
Betis20%
Bokong
Bokong20%
Hamstring
Hamstring20%
Otot perut
Otot perut20%
Peralatan
Vibrating plate
Vibrating plate
Jenis latihan
Peregangan
20%Paha depan20%Betis20%Bokong20%Hamstring20%Otot perut

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Berdiri di Piringan Getar?
Berdiri di Piringan Getar terutama menargetkan Paha depan, Betis, Bokong, Hamstring, Otot perut. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Vibrating plate.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Berdiri di Piringan Getar?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Berdiri di Piringan Getar cocok untuk pemula?
Ya, Berdiri di Piringan Getar dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.