Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell
Saran ahli
Pastikan siku Anda sedikit ditekuk dan angkat beban tidak lebih tinggi dari tingkat bahu untuk menjaga ketegangan pada deltoid belakang.
Langkah-langkah Cara Melakukannya
- Berdiri dengan kaki selebar bahu, sedikit tekuk lutut.
- Miringkan tubuh ke depan di pinggul, menjaga punggung lurus.
- Pegang sebuah dumbbell di setiap tangan dengan telapak tangan menghadap ke dalam.
- Angkat dumbbell ke samping, dengan sedikit tekuk di siku.
- Berhenti sejenak di puncak gerakan, kemudian turunkan beban perlahan kembali ke posisi awal.
- Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.
Lacak Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell di FitAI
Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell terutama menargetkan Bahu, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Dumbbell. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama

Bahu60%
Sekunder



Bisep15%

Lengan bawah15%

Trapesium10%
Peralatan
Dumbbell

Jenis latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell?
Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell terutama menargetkan Bahu. Otot sekunder yang terlibat termasuk Bisep, Lengan bawah, Trapesium. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Dumbbell.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell cocok untuk pemula?
Ya, Angkat Delt Belakang dengan Dumbbell dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.