Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell
Saran ahli
Jaga leher Anda tetap netral dan hindari menggunakan momentum; fokus pada penggunaan rear delts untuk mengangkat beban.
Langkah-langkah Cara Melakukannya
- Berbaring telungkup di atas bangku dengan dada Anda yang terdukung dan kaki di tanah.
- Pegang dumbbell di setiap tangan dengan tangan terentang ke arah lantai.
- Angkat tangan Anda ke samping, dengan sedikit tekukan pada siku.
- Tekuklah bahu Anda bersama-sama di bagian atas gerakan.
- Turunkan dumbbell kembali ke posisi awal dengan kontrol.
- Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.
Lacak Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell di FitAI
Catat set, reps, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi overload progresif bertenaga AI dan umpan balik bentuk — dipersonalisasi untuk riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell terutama menargetkan Bahu, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Dumbbell. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama

Bahu70%
Sekunder

Trapesium30%
Peralatan
Dumbbell
Bangku khusus


Jenis latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell?
Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell terutama menargetkan Bahu. Otot sekunder yang terlibat termasuk Trapesium. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Dumbbell.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah dapat melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut dapat mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell cocok untuk pemula?
Ya, Ayunan Delt Belakang Prone dengan Dumbbell dinilai sebagai latihan yang ramah pemula, menjadikannya titik awal yang baik. Fokus pada penguasaan bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.